Jurnalis Korea Kritik Street Women Fighter 2 Untuk Misi Koreografi 'Chilli' : Ini Bukan Kompetisi Bakat Tapi..

Misi koreografi untuk lagu terbaru Hwasa di SWF2 tuai kritikan oleh Jurnalis Korea Selatan, ada beberapa poin yang dianggap aneh?
KPOPCHART.NET - Pada hari Selasa (10/10) lalu Mnet telah menayangkan Street Women Fighter 2 untuk episode ke-7.
Yang dalam tayangan terbaru ini setiap kru tari akan membuat sebuah koreografi dari lagu terbaru yang dinyanyi oleh Hwasa, anggota girl group MAMAMOO.
Di season sebelumnya, Jessi dan Rain sudah lebih dulu mendapatkan koreografi dari acara fenomenal ini.
Baca Juga: Mina Myoung Menangis Tersedu-Sedu Ketika Lia Kim Melakukan Hal Ini Pada Babak Eliminasi SWF2!
Kemudian di babak semi-final ini, tim yang akan dieliminasi ditentukan dengan menjumlahkan hasil misi pembuatan koreografi lagu baru Hwasa dan misi penampilan battle.
Sayangnya, misi koreografi Hwasa ini justru mendapatkan kritikan pedas oleh jurnalis media Korea Selatan.
Seperti yang telah diketahui, bahwa misi koreografi Hwasa ini dimenangkan oleh tim 1Million yang dipimpin oleh Lia Kim.
Baca Juga: Koreografer Bae Yoon Jung Mengaku Malu Menonton 'Street Woman Fighter 2' : Budaya Korea Selatan...
Hasil ini tak mengejutkan, mengingat Lia Kim sudah beberapa kali bekerja dengan MAMAMOO dan mengetahui kelebihan Hwasa bahkan sebelum misi dimulai.
Kemudian, baru-baru ini sebuah media ternama Korea Selatan, Sports Chosun menyoroti metode evaluasi yang digunakan dalam misi tersebut.
Skor untuk misi koreografi ini terdiri dari 100 poin pilihan Hwasa, 400 poin evaluasi publik, dan 100 poin dari challenge.
Sports Chosun kemudian menyoroti poin challenge, dimana skornya didapat berdasarkan jumlah video challenge yang dibagikan suporter setiap tim ke media sosial.
Metode penilaian tersebut kemudian disebut sebagai voting popularitas jadi bukan lagi tentang dance battle.
"Itu adalah sistem tanpa batasan jumlah video, jadi tidak masalah jika anda mengunggah ratusan video yang sama. Karena itu, makna battle memudar saat para penggemar meluncurkan challenge habis-habisan," tulis jurnalis Sports Chosun.
Tidak hanya misi koreografi untuk Hwasa, tapi misi penampilan battle juga turut disorot oleh mereka.
Penilaian misi tersebut terbagi dalam 30 poin juri, 70 poin penonton di lokasi, dan 500 poin evaluasi publik global.
"Strukturnya sedemikian rupa sehingga yang perlu anda lakukan hanyalah mendapatkan ulasan bagus dari publik, terlepas dari seperti apa penilaian juri. Dalam hal ini, alasan pembentukan juri battle dance menghilang, dan tidak ada bedanya dengan voting popularitas," jelas Sports Chosun.
Pada intinya Jurnalis tersebut mengkritik kebijakan yang dibuat oleh penanggungjawab acara Street Women Fighter 2!
Karena dinilai kurang adil dalam membuat penilaian, dimana mereka lebih mengutamakan poin publik ketimbang poin juri.
Baca Juga: Buat Penasaran, Mnet Rilis Crew Spoiler Untuk Street Women Fighter 2, Netizen : Sepertinya Ini...
Sehingga bisa dipastikan yang menang adalah mereka yang memiliki banyak penggemar dan mereka yang telah memiliki eksistensi yang cukup terkenal.
Karena suara publik sangat besar dampaknya ketimbang poin juri, padahal publik bukan seorang ahli di bidangnya, mereka hanya pendukung.
Akan tetapi Mnet memberikan publik ruang yang lebih banyak untuk menentukan kru mana yang dapat bertahan hingga akhir.
Jadi hasilnya bukan seberapa hebat atau berpengalaman suatu kru, melainkan seberapa banyak penggemar yang mereka miliki.
Karena segala sesuatu yang terjadi diatas panggung berada dalam tangan publik alias penggemar setiap tim.
Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu setuju dengan Jurnalis tersebut?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.