Profesor Oxford Prediksi Orang Korea Selatan Akan Punah di Tahun 2750 Karena Ini? Begini Reaksi Knetz!

Korea Selatan diprediksi terancam punah di tahun 2750? Knetz berikan reaksi beragam atas hasil penelitian ahli demografis terkenal ini.
KPOPCHART.NET - Ramai dibahas oleh K-netizen, sebuah artikel yang berisikan tentang orang Korea Selatan terancam akan punah di masa depan menjadi perbincangan hangat.
Diketahui dalam artikel tersebut, salah satu ahli demografi terkenal sekaligus profesor di Oxford University membeberkan hasil penelitiannya setelah melakukan empat kali kunjungan ke Korea Selatan.
Profesor bernama David Coleman, telah mengungkapkan prediksi tersebut pada tahun 2006 bahwa, tingkat kelahiran di Korea Selatan sangat rendah.
Dan kemungkinan Korea Selatan akan menjadi negara pertama di dunia yang kehilangan populasinya.
Sang profesor juga telah memperingatkan bahwa, "Jika kita tidak meruntuhkan struktur yang memaksa perempuan untuk memikul tanggung jawab dan kewajiban yang berlebihan di rumah, angka kelahiran di Korea akan semakin menurun. Jika ini terus berlanjut, Korea mungkin akan hilang pada tahun 2750".
Ditahun 2006 pula, David Coleman juga menyampaikan peringatan tersebut ke Forum Kependudukan PBB, bahwa Korea akan menjadi negara pertama yang hilang dari muka bumi karena tingkat kelahiran populasinya sangat rendah.
Dikutip dari Daum, pada kunjungan sang profesor yang keempat, ia dipilih menjadi pembicara di Korean Institute for Future Population Studies bertajuk "Kepunahan Nasional Rendering Tingkat Kelahiran Sangat Rendah di Korea Selatan: Masalah Kepedulian Global".
Profesor David mengungkapkan saat wawancara di Samseong-dong, Seoul, Ia mengatakan, "Saya telah mengunjungi Korea empat kali sejauh ini, dan setiap kali saya datang, saya terkejut melihat tingkat kesuburan total di Korea menurun.
Saya yakin bahwa rendahnya angka kelahiran di Korea sebagian besar disebabkan oleh pengaruh budaya 'patriarkal'.
Meskipun perekonomian telah berkembang pesat sejak tahun 1970an, beban pekerjaan rumah tangga dan perawatan yang ditanggung perempuan sebagian besar tidak berubah, sehingga membuat mereka enggan untuk memiliki anak," tambahnya.
Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyebutkan bahwa, jam kerja panjang, ketidakamanan kerja, serta tekanan kerja yang terus berlanjut selesai bekerja menjadi penyebab utama penurunan angka kelahiran.
David Coleman memberikan sarannya supaya Korea Selatan dapat mencontoh negara lain seperti Perancis dan Swedia.
Perancis diketahui telah membangun sistem kesejahteraan yang kokoh, dimana biaya kelahiran, membesarkan anak, dan biaya pendidikan hampir seluruhnya ditanggung negara.
Sedangkan di Swedia, telah menetapkan langkah-langkah untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran serta memberikan kemudahan bagi para perempuan yang sudah menikah untuk bekerja.
Selain itu, David Coleman juga menekankan tentang stigma umum seputar 'kelahiran di luar nikah'.
"Di negara-negara yang telah berhasil meningkatkan kembali angka kelahirannya, kelahiran di luar nikah menyumbang 30% dari seluruh kelahiran," ungkap sang ahli demografi.
Ia kembali menegaskan bahwa imigrasi bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan rendahnya angka kelahiran di Korea Selatan.
Ya memang kedatangan imigran dapat meningkatkan populasi, tetapi hal tersebut belum tentu menjamin bahwa yang datang bukan hanya generasi muda saja.
Dan seiring dengan berjalannya waktu para imigran juga akan menua.
Terakhir, sang profesor menambahkan, "Prediksi demografis didasarkan pada asumsi, sehingga situasinya dapat berubah. Yang penting adalah perubahan dalam pemikiran pemerintah Korea dan masyarakat Korea".
Berikut tanggapan netizen Korea terhadap artikel yang diposting di komunitas online:
"(Tahun 2750?) Kita bertahan dalam waktu yang lama".
"Masih lama lagi. Saya kira Korea akan berubah antara waktu tersebut jika mereka mau".
"2750 masih lama sekali, haha".
"Menurutku tidak apa-apa jika kita punah pada tahun 2750".
"Aku akan menikah jika aku menemukan pria yang baik, tapi pria di sini tidak sebaik itu".
"Umat manusia mungkin akan punah sebelum itu,"
"Kita akan bertahan lebih lama dari yang saya perkirakan".
"Saya lebih khawatir bahwa kita tidak akan bertahan selama 50 tahun ke depan".
"Peradaban saat ini mungkin tidak akan bertahan selama itu".
"Bagaimana dengan bumi?".
"Aku berpikir jika manusia di tahun 2750 sudah digantikan oleh robot canggih", dan beragam komentar lainnya.
Bagaimana menurutmu?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.