Kim Hieora Tulis Surat untuk Dispatch, KNetz Sebut Perannya sama Seperti di The Glory: Konyol...

Tersandung kasus bully, Kim Hieora kirim surat untuk Dispatch dan buat KNetz bahwa si aktris punya kisah yang sama dengan The Glory.
KPOPCHART.NET - Tulisan tangan Kim Hieora si Lee Sa Ra di The Glory baru saja diunggah Dispatch pada hari ini, Kamis (07/09).
Sukses lewat drama The Glory, masa lalu Kim Hieora yang disebut sebagai tukang bully baru saja dibongkar Dispatch pada hari Rabu (06/09) kemarin.
Diungkapnya masa lalu Kim Hieora yang juga masuk dalam grup bully di The Glory lantas langsung jadi topik hangat di industri huburan.
Usai suratnya untuk Dispatch dipublikasikan, kisah masa lalu Kim Hieora ramai disebut KNetz mirip dengan peran yang didapat di drama The Glory.
Di The Glory sendiri, Kim Hieora berperan sebagai Lee Sa Ra, anggota dari kelompok perundung di sekolah bareng Lim Ji Yeon (Park Yeon Jin), Cha Joo Young (Choi Hye Jeong), Park Sung Hun (Jeon Jae Joon), dan Kim Gun Woo (Seon Myeong Oh) yang kompak merundung Song Hye Kyo (Moon Dong Eun).
Bukan jadi pelaku utama, Kim Hieora (Lee Sa Ra) di The Glory jadi kerabat yang selalu nempel dengan teman-temannya dan hanya menyaksikan pernderitaan Song Hye Kyo (Moon Dong Eun).
Sejumlah aktivitas Kim Hieora tampak terganggu usai kasus bully tersebut mencuat, misalnya dirinya yang batal jadi pembawa acara SNL Korea.
Lalu, diketahui saat ini Kim Hieora juga tengah syuting drama baru bertajuk The Uncanny Counter bareng Kim Sejeong dan Jo Byeong Gyu.
Ingin melanjutkan kariernya sebagai aktris, terungkap bahwa Kim Hieora mengirimkan secarik kertas berisikan pernyataannya pada Dispatch.
Berikut isi surat Kim Hieora yang baru saja diunggah Dispatch:
"Kepada Reporter Kim So Jeong,
Hari menjadi cukup panas, saya mohon maaf sekaligus berterima kasih telah maluangkan waktu dan tenga meskupun Anda harus sibuk dalam cuaca yang bagus ini.
Ada banyak hal yang ingin saya katakan, tapi seiring berjalannya waktu dan saya bertemu dengan seorang teman bernama **, aku menyadari bahwa tidak ada gunanya banyak bicara lagi. Jadi, walaupun mungkin merepotkan, saya akan meninggalkan sedikit cerita saya untuk reporter.
Saya menghabiskan waktu dengan meragukan diri sendiri karena saya tidak dapat mengingat pengembaraan di masa remaja yang belum dewasa, dan saya sangat malu dengan kehidupan itu dan juga saya menyalahkan diriku sendiri atas hal itu. Sejak kecil, saya mempunyai nama dan wajah yang unik, jadi saya adalah tipe orang yang menarik perhatian, diejek, atau dikucilkan kemanapun aku pergi. Namun, saat saya masuk SMP dan masuk kelas dua, meskipun begitu bukan kemauan saya, banyak masalah muncul karena hal-hal yang berkaitan dengan sepupu saya. Saya tidak bisa menyuruh mereka untuk meninggalkan saya sendirian, dan saya pikir saya telah menjalani hidup dengan menilai dari sudut pandang yang tidak dewasa bahwa lebih baik diperhatikan dan mendapat perhatian daripada daripada digoda dan diganggu.
Namun, alasan kenapa saya memutuskan untuk mencoba siaran dan masuk ke drama sambil tampil adalah karena saya amempertaruhkan hati nuraniku dan tidak pernah dengan jahat melecehkan atau memukul kelas yang lemah atau kurang mampu... kebenarannya ada di hati saya. Saya pikir itu adalah karena saya menang. Karena mereka masih muda dan kurang mampu menilai di tempat bernama sekolah, jika mereka melakukan kesalahan, mereka dimarahi guru, mereka belajar pada waktu yang teratur, dan struktur kelasnya terstruktur.
Di masa itu, saya banyak melakukan kesalahan di sana, bukan murid teladan, dan kejadian ini membuat saya sadar, mengenali, dan merenungkan kenyataan bahwa kelompok yang mereka bicarakan atau keberadaan saya bisa saja menjadi sebuah objek ancaman atau ketakutan kepada seseorang, tapi ketika saya masih muda, saat bersekolah, saya diajar banyak oleh guru-guruku, dan saya ingin dipercaya oleh guru-guru itu, jadi aku benar-benar mengambil keputusan dan dari semester kedua kuliahku. Di Tahun ketiga, saya ingin menjadi orang yang lebih baik dan seseorang yang dapat dipercaya, jadi saya bekerja keras di sekolah dan mempelajari keahlianku mulai dari sekolah menengah. Saya menjalani hidupku dengan berjuang untuk menjadi orang yang mencari dan membawa kebaikan pengaruh.
Saya banyak berpikir ketika mendengar teman-teman pelapor saya mengatakan bahwa saya adalah pemimpin kelompok tersebut. Dilihat dari sudut pandang lain, aku masih cenderung sedikit bicara dan bertindak mandiri, jadi aku terlihat malu atau takut dengan kesan pertama. Atau mungkin mereka menganggap saya berbobot, sehingga mereka cenderung menghormati saya.
Jadi, ketika saya mendengar melalui laporan ini bahwa junior saya mengingat saya sebagai objek menakutkan ketika saya masih muda, pikiran saya menjadi kosong... Saya tidak pernah membayangkan itu karena saya tidak memukuli teman-teman saya dan tidak bertindak secara paksa atau paksa sebagai penghasutnya. Sebenarnya ini bagus karena ini adalah kesempatan bagi saya untuk merenungkan tindakan saya di masa lalu dan saat-saat mengembara yang mungkin telah membuat saya terlihat dan merasa seperti seorang pemimpin di mata teman-teman saya yang lebih muda dari saya, dan saya mengingat kembali masa kecil saya yang sunyi, ketika saya memiliki sebuah banyak refleksi diri, menyalahkan diri sendiri, dan melewatinya dengan rasa puas diri. Sekarang saya sudah dewasa, saya tidak dapat membayangkannya lebih jauh lagi karena kepribadian ini menjadi kekuatan dan motivasi saya.
Kini, kepribadian-kepribadian tersebut telah membantu saya menekuni berbagai hal, berbuat baik, berkomunikasi, bekerja keras untuk hal-hal yang dapat bermanfaat bagi teman-teman yang sedang mempersiapkan diri menjadi aktor, masyarakat kurang mampu, dan berusaha hidup bijak dengan menemukan hal-hal yang ingin kulakukan dan hal-hal yang perlu kulakukan, dan itulah caraku hidup.
Saya tidak mengatakan bahwa saya baik di masa lalu. Namun, saya mengakui ketidakdewasaan saya, tetapi saya ingin memberi tahu Anda bahwa saya tidak pernah menyakiti seseorang tanpa alasan apa pun.
Sejak saya menyadari bahwa hari-hari merantau itu adalah waktu yang salah, saya tidak bisa kembali ke masa lalu, tapi saya telah berpikir dan bekerja keras dan selalu memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan orang dewasa yang baik. Saya akan sangat menghargai jika Anda dapat mengingat bahwa saya berusaha menjadi orang dewasa yang baik.
Ini mungkin terdengar seperti saya membuat alasan karena saya membicarakannya secara tertulis, tetapi karena Anda menghabiskan waktu Anda yang berharga, kejadian ini tidak dapat dilupakan. Saya tidak dapat memutar kembali masa lalu saya, tetapi saya bekerja keras dan bekerja keras untuk menjadi orang dewasa yang matang setelah mengembara di masa sekolah saya dan untuk mengejar karir akting yang sangat saya inginkan... Saya mencoba hidup dengan merangkul orang-orang dan berbagi banyak hal dengan mereka.
Jika Anda memberi saya sedikit kesempatan, saya ingin terus menunjukkan kepada Anda karya-karya yang lebih baik, atau jika Anda tidak ingin saya bekerja, tunjukkan saya pertumbuhan lebih lanjut untuk waktu yang lama.
Tolong bantu aku sekali ini saja. Saya akan hidup dengan melunasi semua hutang saya. Terima kasih telah membaca artikel panjang ini. Aku minta maaf dan malu karena aku tidak bisa bertemu denganmu untuk sesuatu yang baik. Terima kasih juga telah meluangkan waktu untuk makan hari ini. -Diunggah oleh Kim Hi-ra-," tulis Dispatch.
Melihat unggahan Kim Hieora, tampak bahwa KNetz masih melihat sisi negatif dari sang aktris.
Namun, banyak KNetz yang menganggap bahwa Kim Hieora hanya tergabung dengan grup bully tetapi tidak melakukan tindakan apapun.
Mengutip dari situs Theqoo, berikut ini reaksi KNetz lihat tulisan tangan Kim Hieora yang ditujukan pada Dispatch:
"Sepertinya ada suasana serupa dengan drama yang dia mainkan, hanya seorang pengamat dan tidak melakukan apapun yang proaktif,"
"Melihat suratnya saja sudah kelihatan dia bertingkah seperti anggota genk,"
"Konyol sekali dia nggak tahu kalau dia dan kelompoknya adalah ancaman di sekolah,"
"Dalam pernyataan tersebut dia bilang bahwa meskipun dia cukup lama bergaul dengan grup pem-bully, dia tidak melakukan bully,"
"Hahaha konyol,"
"Wah dia benar-benar bosnya ya,"
"Memang benar dia gabung ke genk bully, tapi jika tidak ada pernyataan khusus dari korban, dia bisa tetap melanjutkan hal itu lagi,"
"Sepertinya dia memiliki cara bicara dan berpikir yang sama dalam perannya di The Glory, tapi dia hanya berdiri di samping dan bersikap seolah-olah itu bukan masalah," dan beragam komentar lainnya atas kasus bully Kim Hieora, bagaimana menurutmu?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.